Salah satu fase krusial dalam proses seleksi untuk mendapatkan pekerjaan yang diharapkan adalah job interview test. Fase job interview test ini biasanya ada dalam tahapan terakhir yang amat menentukan, sebab pesaing tinggal hanya beberapa orang.
Bagaimana sebenarnya trik dan tips untuk menjalani job interview test dengan cetar membahana? Apa saja kumpulan jawaban terbaik yang bisa dijadikan referensi dalam memberikan jawaban yang outstanding?
Mari kita ulas dalam sajian renyah pagi ini.
Faktanya, sebuah survei menunjukkan tingkat kelulusan kandidat dalam job interview test hanya 15%. Sebanyak 85% kandidat gagal, karena memang pesaing banyak sementara jumlah lowongan yang tersedia amatlah sedikit.
Untuk bisa menjadi kandidat yang lulus dalam job interview test, maka kita mesti memahami sejumlah clue tentang jawaban TERBAIK apa yang selayaknya diberikan dalam wawancara kerja.
Sebelum menguraikan sampel kumpulan jawaban terbaik dalam sebuah job interview test, saya ingin mengajak Anda untuk mengenali sebuah metode wawancara kerja yang paling sering dijalani oleh hampir semua multinational companies, BUMN dan perusahaan bonafid lainnya.
Metode wawancara kerja itu dikenal dengan nama Behavioral Event Interview (atau disingkat BEI). Metode ini secara ilmiah telah teruji sebagai metode wawancara kerja yang paling valid dalam mempredikasi kinerja kandidat di masa mendatang.
Metode wawancara kerja BEI intinya adalah serangkaian pertanyaan yang ditujukan untuk melacak kinerja Anda di masa lalu. Sebab riset menunjukkan your past behavior will predict your future behavior.
Karena itu, hampir semua pertanyaan wawancara kerja dengan BEI selalu diawali dengan “past tense” atau what did you do. Apa yang telah Anda lakukan di masa lalu dalam aspek tertentu pekerjaan Anda.
Jadi pertanyaan job interview yang valid menurut riset ilmiah seharusnya adalah : “Apa yang Anda lakukan saat dihadapkan pada masalah kerja dimasa lalu?”
Demikianlah, beragam pertanyaan dalam metode BEI selalu diarahkan untuk menggali pengalaman dan kinerja masa lalu Anda.
Pengalaman itu tidak hanya berlaku bagi yang sudah kerja, bahkan yang masih fresh graduates pun bisa dieksplorasi.
Misal pengalaman dalam menyusun skripsi-pun bisa ditanyakan, dan digali untuk mendapatkan insight mengenai bagaimana daya resiliensi dan ketekunan Anda dalam menghadapi masalah. Atau pengalaman dalam kepanitiaan berbagai kegiatan saat masih kuliah.
Contoh yang cukup sering diajukan dalam job interview test dengan menggunakan Metode BEI misalnya : Apa yang Anda lakukan saat menghadapi perbedaan pendapat dengan rekan kerja Anda? Ceritakan secara detil tindakan yang Anda lakukan saat itu.
Atau contoh lain : Bagaimana cara Anda meyakinkan atasan Anda tentang ide yang ingin Anda jalankan? Bagaimana Anda melakukannya? Dan bagaimana hasilnya?
Sampel satu lagi misalnya : Bagaimana cara Anda memotivasi anak buah Anda? Apa yang Anda lakukan saat itu? Bisakah Anda menceritakannya secara detil? Dan bagaimana dampaknya? Bisakah Anda memberikan bukti dan contohnya?
Itulah contoh beragam pertanyaan dengan menggunakan BEI Method.
Namun adakalanya sejumlah recruiters mengajukan beragam pertanyaan lain yang unik, dan mendorong Anda untuk menggunakan daya analisa dan krearivitas untuk menjawabnya.
Misal salah satu contoh pertanyaan dalam proses Job Interview di Google adalah sebagai berikut : berapa jumlah toilet di kota Anda?
Sementara job interview test di Boston Consulting Group, salah satu pertanyaannya adalah seperti ini : Jika diibaratkan sebuah brand (merk), maka apa tagline yang akan Anda pakai? Apa alasannya?
Sedangkan sampel sebuah pertanyaan job interview di UNIQLO adalah seperti ini : Jika Anda adalah CEO perusahaan kami, apa yang akan Anda lakukan?
Beragam contoh pertanyaan diatas ingin mengajak Anda untuk bisa berpikir secara analitis dan eksploratif.
Tanpa persiapan yang matang, boleh jadi jawaban Anda akan kurang menggairahkan dan berkualitas alakadarnya. Jadi, diharuskan well prepared ya!